Bimbingan Teknis Pengurangan Sampah di Mojokerto, Angkat Potensi Ekonomi Kreatif dari Sampah Denim

fb img 17793003717136332

Mojokerto, 8 Oktober 2025 – Dalam upaya mendorong kesadaran dan praktik nyata dalam pengelolaan lingkungan, khususnya di sektor persampahan, telah diselenggarakan acara Bimbingan Teknis Pengurangan Sampah & Pembinaan Kelompok Masyarakat di Ballroom Aston Hotel, Kabupaten Mojokerto, pada hari Rabu, 8 Oktober 2025.

Acara yang diinisiasi sebagai kolaborasi antara pemerintah dan perwakilan rakyat ini bertujuan untuk memberikan edukasi serta membina kelompok masyarakat agar mampu mengelola sampah secara mandiri, yang tidak hanya berdampak pada lingkungan tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru.

Pembicara Utama dan Dukungan Legislatif
Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, dalam sambutan virtualnya (atau yang diwakilkan) menekankan bahwa masalah sampah harus ditangani dari hulu, yaitu dengan mengurangi (reduce) dan menggunakan kembali (reuse) sebelum masuk ke proses pengolahan akhir. “Bimbingan teknis seperti ini adalah kunci untuk merubah perilaku masyarakat, dari yang pasif membuang menjadi aktif mengelola dan menghasilkan nilai tambah,” ujarnya.

Sementara itu, Hj. Meitri Citra Wardani, S.H., selaku representasi rakyat, menyatakan dukungan penuhnya terhadap inisiatif masyarakat yang bergerak di bidang pengelolaan sampah. “Program pembinaan kelompok ini merupakan wujud nyata dukungan kami agar masyarakat Mojokerto mampu menjadikan sampah bukan lagi sebagai masalah, melainkan sebagai sumber daya dan mata pencaharian,” kata Meitri.

Lia Nirawati dan Inovasi Denim Bekas
Sesi inti acara menarik perhatian peserta, terutama saat menghadirkan salah satu narasumber utama, Lia Nirawati, Owner Upject Indonesia. Lia dikenal sebagai sosok inspiratif yang sukses mengembangkan bisnis fesyen dan produk gaya hidup berbahan utama denim bekas atau limbah kain jeans.

Dalam presentasinya, Lia Nirawati memaparkan bagaimana Upject Indonesia mengubah tumpukan celana jeans bekas menjadi tas, dompet, dan aksesori bernilai jual tinggi dengan desain yang kreatif dan modern.

“Denim adalah salah satu limbah tekstil yang sulit terurai dan jumlahnya sangat masif. Melalui teknik upcycling yang tepat, kami tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga menawarkan produk unik dan ramah lingkungan yang diminati pasar,” jelas Lia.
Lia juga memotivasi kelompok masyarakat yang hadir agar berani melihat potensi ekonomi di balik jenis sampah spesifik yang ada di sekitar mereka, mencontohkan bagaimana dedikasi dan inovasi dapat mengubah limbah menjadi aset yang berkelanjutan. Ia berharap, pembinaan ini dapat melahirkan lebih banyak pelaku usaha kreatif di Mojokerto yang fokus pada prinsip ekonomi sirkular.

Harapan dan Tindak Lanjut
Acara Bimbingan Teknis ini diharapkan menjadi pemicu bagi kelompok masyarakat di Kabupaten Mojokerto untuk lebih serius dalam menjalankan program pemilahan sampah dari rumah tangga dan mengaplikasikan teknik daur ulang, khususnya upcycling. Pembinaan kelompok masyarakat pasca-acara akan terus dilakukan untuk memastikan ide-ide dan pengetahuan yang didapatkan dapat diimplementasikan menjadi kegiatan produktif yang berkelanjutan.
Dalam acara yang sama, Hj. Meitri Citra Wardani, S.H., secara simbolis menyerahkan bantuan sarana dan prasarana, meliputi bak sampah, motor angkutan sampah roda tiga, dan perlengkapan lainnya, kepada kelompok masyarakat pegiat alam terpilih dari daerah pemilihan (dapil) 4.

fb img 17793003830896226

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart